Mahasiswa PGSD UPI Sumedang Lakukan Observasi Di SLBN-A Citeureup Cimahi

   Sebanyak 86 mahasiswa-mahasiswi Program Studi PGSD Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ) Kampus Sumedang melakukan kunjungan ke SLBN-A Citeureup Cimahi dalam rangka studi aplikatif dan observasi mata kuliah pembelajaran penjas adaptif ( Jum'at, 23/11/2017 ).


  Program Studi PGSD Pendidikan Jasmani ini merupakan salah satu Prodi di UPI Kampus Sumedang yang baru pertama kali melakukan observasi proses pembelajaran penjas adaptif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Kebutuhan akan pendidikan olahraga yang adaftif bagi anak-anak berkebutuhan khusus sangatlah penting dan diperlukan, mengingat pola tersebut akan merangsang mereka tertarik untuk melakukan aktivitas olahraga. Pada kesempatan tersebut, rombongan di terima oleh Wakasek Bidang Kurikulum, H. Ahmad Rudayat, S.Pd, didampingi Wakasek Bidang Humas, Kusmini, S.Pd di ruang aula sekolah.


   Dalam sambutannya, Ahmad Rudayat menyampaikan bahwa kedepan pengembangan pendidikan jasmani adaptif harus lebih dikembangkan dengan mengedepankan aspek-aspek psikologis anak, artinya  Penjas adaptif harus mampu mengakomodir berbagai kekuatan dan kelemahan anak sesuai tingkat kemampuan masing-masing anak dalam mengolah aktivitas olahraga yang ramah, aman, menyenangkan, dan tentunya menyehatkan.


   Sementara itu Wakasek Bidang Humas SLBN-A Citeureup Cimahi,  Kusmini, S.Pd, menuturkan bahwa kegiatan kunjungan observasi ini merupakan salah satu kegiatan yang telah diprogramkan Kampus UPI Sumedang yang pada intinya dimaksudkan untuk memberikan  wawasan dan pengetahuan secara langsung di lapangan, mengingat mereka ( red mahasiswa ) harus memiliki  kemampuan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mendidik semua peserta didik yang tidak hanya dari sekolah reguler saja tetapi dari sekolah luar biasa pun mereka harus mampu memberikan program pembelajaran yang adaftif khususnya di bidang pendidikan olahraga dengan baik dan benar. Oleh karena itu, lanjut Kusmini kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik sehingga ilmu yang didapat selama observasi ini betul-betul berguna bagi pengalaman dan pengembangan pendidikan olahraga pada umumnya.
   

   Kegiatan observasi ini diisi dengan olahraga bersama seluruh guru dan siswa, juga mereka menggali informasi dari setiap Koordinator Satuan Pendidikan mulai KSP  Tunanetra, Tunagrahita, Tunarungu, Tunadaksa, dan Autis sesuai kelompok nya masing-masing. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian cenderamata baik dari mahasiswa berupa plakat dan sekolah pun memberikan kenang-kenangan berupa hasil karya siswa-siswi SLB.
Cimahi, (24/11/2017)
(ASM/ICT)

admin

Kegagalan adalah guru terbaik serta termahal untuk didapatkan, karena itu belajar dari kegagalan merupakan hal yang bijak.