LAPORAN
SESI BEREHAN MODUL 2 SESI 2
(PENGELOLAAN
PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID)
VOKASIONAL TATA BUASANA BAGI PDBK
“ MENJAHIT
TAPLAK MEJA “
|
Nama |
: |
Meilia
Ariviantty, S.Pd. |
|
Nama Sekolah |
: |
SLBN A Citeureup
Cimahi |
|
Nama
Pendamping |
: |
Sutini |
PENDAHULUAN
Peserta
Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) adalah sekelompok siswa yang memiliki
kebutuhan pendidikan dan perkembangan yang berbeda dengan anak-anak pada
umumnya. Mereka memiliki hambatan fisik, mental, emosional, atau sosial yang
memerlukan perhatian khusus dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu,
pengelolaan program yang berdampak positif pada siswa ABK menjadi sangat
penting untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan
berkualitas. Salah satu alasan pentingnya
pengelolaan program yang berdampak positif pada siswa ABK adalah untuk
memastikan mereka mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan. Dengan
adanya program yang sesuai dengan kebutuhan mereka, siswa ABK dapat belajar dan
berkembang secara optimal tanpa mengalami hambatan yang tidak perlu. Hal ini
juga berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup mereka di masyarakat
karena mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk bersaing
dengan orang lain. Selain itu, pengelolaan
program yang berdampak positif pada siswa ABK juga dapat meningkatkan
kepercayaan diri dan motivasi belajar mereka. Dengan adanya dukungan dan
bimbingan yang tepat dari guru dan orang tua, siswa ABK akan merasa lebih
percaya diri dalam mengeksplorasi potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Hal
ini juga akan memberikan dorongan yang besar bagi mereka untuk terus belajar
dan berkembang menjadi individu yang mandiri dan berprestasi. Selain itu, pengelolaan program yang berdampak
positif pada siswa ABK juga dapat membantu mereka untuk merasa diterima dan
dihargai oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Kesimpulannya, pentingnya pengelolaan program yang berdampak positif pada siswa ABK tidak bisa diragukan lagi. Dengan adanya program yang sesuai dengan kebutuhan mereka, siswa ABK dapat belajar dan berkembang secara optimal tanpa mengalami hambatan yang tidak perlu. Hal ini juga akan membantu mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri, motivasi belajar, dan rasa diterima oleh lingkungan sekitar. Oleh karena itu, semua pihak, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, perlu bekerja sama untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat kepada siswa ABK agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri dan berprestasi. Salah satu program yang berdampak positif pada murid yang dilaksanakan di sekolah saya adalah Program Ekstra Kurikuler Menjahit
PROGRAM KETERAMPILAN MEMBUAT TAPLAK MEJA SEDERHANA
Peserta
didik berkebutuhan khusus adalah individu yang memerlukan layanan pendidikan
khusus karena memiliki perbedaan signifikan dalam perkembangan fisik, mental,
sosial, atau emosional dibandingkan dengan peserta didik pada umumnya.
Kebutuhan khusus ini dapat mencakup berbagai kondisi, seperti tunarungu, tunanetra,
autisme, gangguan belajar, keterbatasan fisik, atau gangguan emosional dan
perilaku.
Pendidikan inklusif telah menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan global, termasuk di Indonesia, dengan tujuan memastikan setiap anak, terlepas dari kebutuhan khususnya, mendapatkan kesempatan yang setara dalam pendidikan. Anak-anak dengan kebutuhan khusus ini membutuhkan penyesuaian dalam metode pengajaran, kurikulum, dan lingkungan belajar agar potensi mereka dapat berkembang optimal.
Dengan memahami karakteristik dan tantangan unik yang dihadapi peserta didik berkebutuhan khusus, guru dan tenaga pendidik dapat mengembangkan strategi yang mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif. Sebagai bagian dari upaya ini, diperlukan kerjasama yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik berkebutuhan khusus.
Pendidikan
vokasional tata busana bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) merupakan
salah satu program kejuruan yang bertujuan untuk membekali mereka dengan
keterampilan praktis di bidang fashion dan desain pakaian. Program ini tidak
hanya mengajarkan teknik dasar menjahit, merancang pola, dan mengolah kain,
tetapi juga menanamkan pemahaman tentang estetika dan kreativitas dalam dunia
busana. Tata busana menjadi bidang yang relevan untuk PDBK karena dapat membuka
peluang karier yang fleksibel, baik sebagai perancang busana, penjahit, maupun
pengusaha kecil dalam industri fesyen.
Dalam
proses pembelajaran, metode pengajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan
spesifik PDBK, baik dalam hal penyampaian materi, penggunaan alat bantu, maupun
bimbingan individu. Pendidikan vokasional ini dirancang untuk memastikan bahwa
PDBK dapat memahami dan menguasai keterampilan tata busana dengan baik, sambil
mengembangkan potensi diri mereka dalam bidang yang diminati.
Program
tata busana bagi PDBK juga menekankan pada peningkatan kemandirian,
kreativitas, dan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari
dan dunia kerja. Melalui pendidikan ini, PDBK diharapkan dapat mempersiapkan
diri untuk berpartisipasi secara aktif dalam industri mode atau menciptakan
usaha mandiri, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih luas di masyarakat
serta mencapai kemandirian ekonomi.
Pembuatan
taplak meja adalah salah satu keterampilan dasar dalam dunia tata busana yang
mudah dipelajari oleh pemula. Selain bermanfaat secara praktis, keterampilan
ini juga memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mengembangkan kreativitas
dengan berbagai desain dan pola. Dengan keterampilan dasar menjahit, kita bisa
membuat taplak meja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis untuk
mempercantik tampilan ruang makan atau ruang tamu.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk
membuat taplak meja sederhana, Anda akan memerlukan beberapa alat dan bahan
berikut:
1.
Kain: Pilih kain yang
sesuai dengan tema ruangan Anda. Kain katun, linen, atau poliester sering
digunakan untuk taplak meja karena sifatnya yang mudah dijahit dan mudah
dibersihkan.
2.
Benang: Sesuaikan warna
benang dengan kain yang dipilih agar tampak serasi.
3.
Gunting Kain: Gunting
kain khusus ini penting untuk mendapatkan potongan yang rapi.
4.
Mesin Jahit atau Jarum
Jahit Tangan: Jika Anda memiliki mesin jahit, proses akan lebih cepat. Namun,
menjahit tangan juga dapat menjadi alternatif yang baik bagi pemula.
5.
Alat Ukur: Meteran kain
diperlukan untuk mengukur ukuran kain yang sesuai dengan meja.
6.
Jarum Pentul atau
Penjepit Kain: Digunakan untuk menahan lipatan kain sebelum dijahit.
7.
Setrika: Berguna untuk
merapikan kain sebelum dan sesudah proses menjahit.
Langkah-Langkah
Pembuatan
1.
Mengukur Meja
Langkah pertama dalam membuat taplak
meja adalah mengukur meja yang akan ditutupi. Ukurlah panjang dan lebar meja
menggunakan meteran kain. Untuk memberikan tampilan yang lebih menarik,
tambahkan 20 hingga 30 cm pada setiap sisi agar taplak meja bisa menjuntai ke
sisi meja.
Sebagai contoh, jika meja Anda
berukuran 100 cm x 150 cm, tambahkan 20 cm di setiap sisinya. Ini berarti
ukuran kain yang Anda butuhkan adalah sekitar 140 cm x 190 cm.
2.
Memotong Kain
Setelah ukuran ditentukan, potong
kain sesuai dengan ukuran yang sudah dihitung. Pastikan Anda memotong kain
secara lurus dan rapi untuk mendapatkan hasil yang baik. Gunakan gunting kain
khusus agar potongannya bersih.
3.
Menyetrika Kain
Sebelum memulai proses menjahit,
setrika kain agar tidak ada lipatan atau kerutan yang mengganggu. Kain yang
rata akan lebih mudah dijahit dan hasil akhirnya lebih rapi.
4.
Membuat Lipatan Tepi
Lipat tepi kain sekitar 1-2 cm ke
dalam untuk membuat tepian yang rapi dan mencegah kain terurai. Anda bisa
melipatnya dua kali agar lebih kuat dan rapi. Gunakan jarum pentul atau
penjepit untuk menahan lipatan selama proses menjahit.
5.
Menjahit Tepi Taplak
Mulailah menjahit lipatan tepi yang
sudah disiapkan. Gunakan jahitan lurus sederhana sepanjang tepi kain. Jika Anda
menggunakan mesin jahit, aturlah kecepatan mesin sesuai kemampuan Anda untuk
menjaga agar jahitan tetap lurus dan rapi. Jika menjahit dengan tangan, gunakan
jahitan kecil yang konsisten untuk memastikan hasilnya kokoh dan rapi. Lakukan
ini di semua sisi taplak meja.
6.
Penyelesaian dan
Finishing
Setelah semua sisi taplak selesai
dijahit, setrika lagi taplak meja untuk merapikan hasil akhir. Periksa kembali jahitan
untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat atau tidak rapi.
Kiat
Tambahan
- Jika Anda ingin
memberikan sentuhan lebih pada taplak meja, tambahkan dekorasi seperti
renda atau pita di sekeliling tepi taplak.
- Gunakan kain dengan
motif atau pola yang menarik untuk mempercantik tampilan meja.
- Jika Anda
menggunakan kain tipis, pertimbangkan untuk menambahkan lapisan kain kedua
agar taplak lebih kokoh dan tahan lama.
Kesimpulan
Membuat
taplak meja sederhana adalah keterampilan yang mudah dipelajari dan dapat
meningkatkan keahlian tata busana Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah dasar
seperti mengukur, memotong, menjahit, dan merapikan kain, Anda bisa membuat
taplak meja yang fungsional sekaligus cantik untuk melengkapi dekorasi rumah.
Latihan dan kreativitas adalah kunci untuk menguasai keterampilan ini.
PROGRAM KETERAMPILAN
MEMBUAT TAPLAK MEJA SEDERHANA
SLBN A CITEUREUP CIMAHI
TAHUN
PELAJARAN 2024/2025
|
NO. |
Materi /
Rencana Kerja |
Pelaksanaan (2 x 60 menit) |
Kelas |
|
1. |
·
Mengenal macam-macam kain untuk
membuat taplak. ·
Mengenal Alat – alat untuk membuat taplak ·
Mengenal bahan-bahan untuk membuat taplak ·
Membuat pola taplak meja |
Pertemuan
ke- 1 |
X , XI Tunarungu dan VIII ,IX, X, XI Tunagrahita
|
|
2. |
· Menjiplak pola taplak
meja yang sudah ada · Menggunting
pola taplak meja yang sudah dibuat · Menyematkan
jarum pentul ke pola taplak meja yang sudah di gunting · Menjelujur kain
yang sudah di sematkan jarum pentul · Membuka jarum
pentul |
Pertemuan
ke- 2 |
X , XI Tunarungu dan VIII ,IX, X, XI Tunagrahita
|
|
3. |
· .Menjahit kain
taplak meja dengan mengikuti pola jelujur · Membuang benang
jelujuran · Merapihkan
taplak meja |
Pertemuan
ke- 3 |
X , XI Tunarungu dan VIII ,IX, X, XI Tunagrahita
|
JADWAL PROGRAM KETERAMPILAN
“ MENJAHIT TAPLAK MEJA DENGAN MENGGUNAKAN MESIN JAHIT “
SLBN BAGIAN A
CITEUREUP KOTA CIMAHI
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
|
NO. |
HARI |
KET |
|
||
|
Rabu (13.00-15.00) |
Rabu (13.00-15.00) |
|
|||
|
1. |
Siswa kelas Vll SMPLB ( Kelompok 4 ) |
Siswa kelas Vll SMPLB ( Kelompok 5 ) |
Kelompok 1: Syamsul , Noval,Aisyah,Raka Kelompok 2: Andika,Muhamad,Rahmawati, azzam
Kelompok 3: Hana, Daiva,Sifa,Aulia, Kelompok 4 : Refan,Ikhsanudin, Azmi, Asep |
|
|
|
2. |
Siswa Kelas
Xl SMALB ( Kelompok 1 ) |
Siswa kelas
Xll SMALB ( Kelompok 2&3 ) |
|
||
|
|
|
||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
A.
Tahap Persiapan
1.
Membuat perencanaan kegiatan bersama rekan sejawat di dalam Komunitas
Belajar sekolah Bapak/Ibu atau komunitas belajar di luar sekolah.
Jawaban: Dalam perencanaan kegiatan bersama rekan sejawat kami perlu memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti sarana dan prasarana yang diperlukan, sumber daya manusia yang terlibat, dan dukungan dari pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan dari kegiatan tersebut. Selama kegiatan berlangsung, penting bagi anggota komunitas belajar untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain. Hal ini akan membantu dalam menjaga keterlibatan dan motivasi anggota, serta memastikan kelancaran jalannya kegiatan. Selain itu, evaluasi kegiatan juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana tujuan dan sasaran kegiatan telah tercapai, serta untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Dengan melakukan perencanaan kegiatan bersama rekan sejawat secara baik dan efektif, diharapkan komunitas belajar dapat berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi setiap anggotanya. Oleh karena itu, kolaborasi dan kerjasama antar anggota sangatlah penting dalam mencapai tujuan bersama dalam komunitas belajar
Dokumentasi Perencanaan Kegiatan Bersama Tim
Pendamping
2. Jumlah guru yang akan mengikuti kegiatan diseminasi
Jumlah
guru yang mengikuti kegiatan pada perencanaan kegiatan diseminasi adalah semua
guru.
3.
Rencana
tanggal pelaksanaan diseminasi kegiatan tersebut Bersama pengurus kombel.
Dari hasil diskusi pada
kegiatan perencanaan kegiatan bersama rekan sejawat diputuskan kegiatan akan
dilaksanakan dalam waktu masa sesi modul 2.1 yaitu bulan agustus sampai September 2024.
B.
Tahap Persiapan
1. Melakukan presentasi berbagi praktik baik bersama kombel di sekolah dari materi yang telah dipelajari.
Dokumentasi Kegiatan Presentasi Berbagi Praktik Bersama Rekan Sejawat
2.
Targetkan RTL kepada
seluruh Bapak/Ibu Guru untuk Bersama-sama membuat Aksi Nyata secara
kolaboratif.
Jawaban: Rencana tindak lanjut merupakan langkah penting dalam pembuatan aksi nyata karena dengan adanya rencana tersebut, kita dapat mengatur langkah-langkah yang harus dilakukan secara terperinci agar tujuan dari aksi tersebut dapat tercapai. Hal pertama yang kami lakuikan adalah menetapkan tujuan dari aksi yang akan dilakukan. Tujuan ini haruslah spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatasan waktu. Setelah menetapkan tujuan, langkah berikutnya adalah menentukan langkah-langkah atau strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi ini haruslah relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah menentukan strategi, langkah selanjutnya adalah membuat rencana kerja yang terperinci. Rencana kerja ini mencakup jadwal pelaksanaan, alokasi sumber daya, dan penentuan tugas masing-masing anggota tim. Dalam membuat rencana kerja, sangat penting untuk memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan aksi, seperti cuaca, kondisi lingkungan, dan lain sebagainya. Terakhir, kita perlu menetapkan indikator pencapaian yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan dari aksi yang dilakukan. Indikator pencapaian ini haruslah dapat diukur dan memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana tujuan aksi telah tercapai.
3. Mendokumentasikan kegiatan berbagi praktik baik dokumentasi kegiatan berbagi praktik.
C.
Tahap Evaluasi Dan Persiapan
1.
Laporkan
hasil RTL Aksi Nyata bersama kepada Dinas Pendidikan melalui Pendamping
Praktik.
Jawaban: Hasil rencana tindak lanjut dari aksi
nyata pada materi pengelolaan program yang berdampak positif pada murid adalah
dengan melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi ini bertujuan untuk
mengevaluasi sejauh mana program yang telah dilakukan sudah mencapai tujuannya
dan juga untuk mengetahui area mana yang masih perlu diperbaiki. Dengan
melakukan evaluasi secara berkala, kita dapat mengetahui apakah program yang
telah dilakukan sudah berjalan dengan baik atau masih perlu adanya perbaikan. Selain itu, rencana tindak lanjut juga dapat
melibatkan pihak yang terkait seperti orang tua murid, guru, dan juga pihak
sekolah. Dengan melibatkan pihak yang terkait, kita dapat memastikan bahwa
program yang dilakukan memperoleh dukungan dari semua pihak dan juga dapat memperoleh
masukan dari pihak yang terlibat sehingga program dapat terus ditingkatkan. Selain itu, rencana tindak lanjut juga dapat
melibatkan pembuatan program-program tambahan yang dapat membantu meningkatkan
dampak positif pada murid. Misalnya dengan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler,
seminar, atau workshop yang dapat membantu murid mengembangkan potensi mereka
dan juga meningkatkan keterampilan mereka. Terakhir,
rencana tindak lanjut juga dapat melibatkan monitoring secara berkala terhadap
perkembangan murid. Dengan melakukan monitoring secara berkala, kita dapat
mengetahui sejauh mana perkembangan murid setelah mengikuti program dan juga
dapat memberikan bimbingan lebih lanjut kepada murid yang membutuhkannya. Dengan melakukan rencana tindak lanjut yang tepat,
kita dapat terus menjaga keberlanjutan dari program yang dilakukan dan juga
meningkatkan dampak positif yang dapat dirasakan oleh murid. Oleh karena itu,
sangat penting bagi kita untuk tidak hanya berhenti saat program selesai
dilakukan, namun juga untuk terus melakukan langkah-langkah yang dapat membantu
meningkatkan kualitas program dan juga dampaknya pada murid.
2.
|
|