Membangun Kreatifitas Siswa Dengan Pembelajaran Outing Class

   Salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan seluruh peserta didik tentang kehidupan sosial dan keindahan pesona alam. SLBN-A Citeureup Cimahimengadakan pembelajaran di luar kelas melalui program outing class dengan mengunjungi tempat wisata " Taman Matahari" yang berada di Kabupaten Bogor (Rabu, 22/11/17). program outing class bertujuan memberikan keterampilan dan keahlian dasar tertentu sebagai sarana menumbuhkan kreativitas siswa serta sebagai metode untuk mengajarkan kepada siswa agar lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar. Siswa diharapkan dapat arif dalam memperlakukan alam sekitar beserta sosio kulturalnya. Selama proses pembelajaran outing class, guru dan siswa lebih dapat membangun ‘kedekatan’, lebih fresh dan tentunya menyenangkan. 

‌   Rombongan yang berjumlah 266 orang terdiri dari guru-guru, orang tua, dan peserta didik berangkat sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan lima kendaraan bis. Rombongan dikelompokkan sesuai ketunaan masing-masing agar guru dapat membimbing siswanya baik selama perjalanan maupun pada saat di tempat wisata, sehingga pengalaman berharga ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan kedekatan anak dengan gurunya.

‌   Perjalanan pun begitu sangat menyenangkan, hal ini terlihat dari keceriaan dan antusias anak-anak selama dalam perjalanan. Ketika melihat keramaian, pemandangan atau apapun yang dilihatnya tak lepas dari komentar-komentar lucu anak-anak ABK. Saat kendaraan melintasi jembatan yang di bawahnya ada sungai, melintasi kebun teh, menembus kabut asap, melintasi rel kereta api semua menjadi bahan menarik bagi mereka. 

   "Wah ... lihat ada sungai panjang..", demikian celotehan salah satu siswa tunagrahita yang bernama Aulia, lalu teman-temannya melihat dengan respon yang bermacam-macam.“ Oh iya.. ada sungai bagus ..” ujar Mudzil

   Sungguh menyenangkan melihat mereka gembira bersuka cita dengan teman, guru dan ibunya selama program pembelajaran ini baik dalam perjalanan pergi, aktivitas di tempat wiastanya bahkan sampai perjalanan pulang pun mereka masih banyak bercerita tentang pengalamannya tadi. 

  Ramdhan Aditya, salah seorang siswa tunagrahita yang kebetulan berada satu bis dengan penulis mengungkapkan kegembiraannya setelah melakukan pembembelajaran di luar kelas usai. Dia mengutarakan perasaannya itu ketika penulis mendapatkan kesempatan ngobrol dengalnya, walaupun bahasa dan pengucapannya terbata-bata, tetapi dari raut mukanya begitu kelihatan bahagia.

 “ Saya senang pak.. rame tadi banyak permainan, saya tadi berenang, naik mobil gajah...”, ujar Ramdhan .


Cimahi, 22/11/17 (ASM/ICT)


admin

Kegagalan adalah guru terbaik serta termahal untuk didapatkan, karena itu belajar dari kegagalan merupakan hal yang bijak.