Inti kekuatan daya saing sebuah bangsa terletak pada manusianya. Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia kerja yang terus menerus berkembang. Dengan demikian, dunia pendidikan juga harus mengikuti perubahan zaman. Tidak ada jalan lain, revitalisasi pendidikan vokasi perlu dilakukan untuk menyiapkan tambahan 58 juta tenaga kerja dengan keterampilan Abad ke-21 pada kurun 15 tahun mendatang untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 7 dunia pada tahun 2030.
Revitalisasi Pendidikan Vokasi ini merupakan wujud dari pelaksanaan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia yang menjadi arah pembangunan pendidikan vokasi ke depan. Ruang lingkupnya masih terfokus pada integrasi penyelenggaraan pendidikan vokasi yang terdapat di lingkungan Kemendikbud, yakni di SMK, lembaga kursus dan pelatihan, dan SMALB. ( Dikutip dari dokumen naskah Revitalisasi Pendidikan Vokasi yaitu dalam kata sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P )
Pendidikan vocasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa tingkat SMALB memiliki peranan yang sangat strategis dalam rangka memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan baik di bidang produk maupun jasa. Program kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan bidang produk dan jasa bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat hidup mandiri sehingga mendorong sekolah untuk lebih mengembangkan pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan mengedepankan filosofi dari supply-driven ke demand-driven.
SLBN-A Citeureup Kota Cimahi dalam menjalankan tugas dan fungsinya mempunyai orientasi untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan serta menggali dan mengoptimalkan potensi peserta didik melalui sentra-sentra keterampilan yang tersedia di sekolah sehingga mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat hidup mandiri, mendorong sekolah mengembangkan pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri, meningkatkan partisipasi Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus melalui kerjasama kemitraan dengan sekolah sehingga peserta didik memiliki peluang atau kesempatan dapat diterima bekerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri setelah lulus sekolah serta membangun kemampuan berwirausaha sehingga mereka mampu mengembangkan usaha mandiri untuk kehidupannya di masyarakat. (ASM/ICT)
admin
Kegagalan adalah guru terbaik serta termahal untuk didapatkan, karena itu belajar dari kegagalan merupakan hal yang bijak.